Sayup-sayup di kejauhan di seberang sana di sebuah masjid setempat,suara Takbir mengumandangkan kemenangan bagi umat Muslim sedunia.Sudah sebulan penuh bulan Ramadhan akhirnya berakhir,dimana setiap muslim wajib menahan lapar dan dahaga dari sejak matahari terbit hingga terbenam,memperbanyak shalat berjamaah,menahan amarah,persis seperti yang diperintahkan Tuhan-Allah subhana wata'ala kepada umat-umatnya terdahulu ratusan tahun sebelum masehi kepada semua orang-orang yang beriman.
Senyum Luna mengembang,Takbir berkumandang di hatinya,bibirnya mengucap lirih sambil terduduk di atas sajadah birunya,sajadah yang telah ada dan dipakai keluarganya untuk melakukan perintah Tuhan-Allah SWT untuk shalat lima waktu sejak ia masih balita.Masih sangat baik dan terawat,wangi Molto yang dipakai oleh Ibundanya agar selalu lembut samar-samar tercium oleh hidungnya yang mungil tapi mancung.
Sesaat senyum Luna berubah menjadi haru,teringat persis satu tahun yang lalu saat almarhum suaminya menelponnya dan mengucapkan kata "Maaf"...well... "Mohon Maaf Lahir dan Batin",terasa keikhlasan antara dirinya dan Alm.suaminya,tanpa mengingat apa yang pernah terjadi dan mungkin sisa-sisa pahitnya masih membekas.Luna menggelengkan kepalanya,tidak etis pikirnya selalu mengingat-ingat apa yang tidak sempurna,kesalahan-kesalahan,dan segala yang mungkin....tidak sesuai dengan keinginan hatinya.Air matanya mulai jatuh setetes saat Luna mulai teringat persis satu tahun yang lalu,Alm.suaminya memintanya untuk dibawakan oleh-oleh makanan Mpek-mpek khas buatan ibundanya,hanya itu......yang dapat Luna ingat persis,sangat persis sebelum akhirnya suaminya menghembuskan nafas terakhir untuk selama-lamanya,tanpa pesan khusus,hanya tersirat dari beberapa sikapnya,bahkan setelah sekian lama hidup terpisah Luna masih bisa merasakan firasat-firasat tidak baiknya.
Saat ini walau beribu-ribu kilometer jauhnya dari Kota J,ingin rasanya setelah selesai shalat Ied Luna memberikan penghormatannya kepada Almarhum, menabur mawar dan melati di atas pusaranya dan membacakan ayat-ayat surat Yasin sebanyak 83 ayatnya,Luna ingin Almarhum juga diberikan kesempatan, dimaafkan oleh Tuhan-Allah SWT atas dosa-dosa, kesalahan-kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja, karena kita hanyalah manusia biasa, sepantasnyalah yang hidup mendoakan yang telah mati, melupakan semua luka, berikhtiar dan bertawakal, semoga Allah selalu melindungi apa yang menjadi kelemahan manusia. Suara takbir semakin sayup,karena Luna mendengar,bertakbir,dengan menangis.Idul Fitri tahun ini adalah Idul Fitri yang paling haru buat dirinya.Tapi masih ada hari esok kira-kira setahun lagi,Insya Allah jika Tuhan-Allah SWT menghendaki,Luna akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan,bulan yang paling suci di antara bulan,dimana setiap manusia masing-masing diberi kesempatan yaitu..........Back To Fitrah
(Special written to My Hubby in Heaven)

0 komentar:
Posting Komentar