Sabtu, 05 September 2009

Belasan Tahun Lalu (Mengenang Masa Kecil yang Indah)

Siang ini begitu terik dan membosankan,maklum Luna sekarang tinggal di sebuah Kota Khatulistiwa yang dilewati oleh garis lintang nol derajat. Bingung mau pergi ke mana atau beraktifitas, matanya dari tadi hanya menatap langit-langit kamarnya,hingga akhirnya matanya berhenti memandang ke arah sudut ruangan kamarnya,sebuah meja belajar yang usianya hampir sama dengan usianya sekarang,hampir dua puluh delapan tahun,yah kira-kira di angka itu usia meja belajarnya,seketika pikirannya teringat akan beberapa tahun yang lalu......saat itu ia dan adiknya Leo serta Bapak dan Ibu sedang pergi ke sebuah toko pembuat meja belajar.Luna ingat sekali waktu itu ia dan Leo sedikit berdebat tentang model meja belajar yang akan dipilih,waktu itu Luna ingin sekali meja belajarnya berwarna pink,tapi Ibu bilang sebaiknya biru saja kedua-duanya,Luna menurut saja akhirnya. Sebenarnya ada dua meja belajar, akan tetapi yang satu sudah dibuang oleh Ibu,karena sudah rusak bagian belakangnya.Sedangkan di bagian dalam lemarinya yang sekarang ini malah ada sisa - sisa bekas di bakar....seketika Luna tersenyum,ya dia ingat sekali waktu itu ia sekeluarga sedang asyik mengobrol di ruang keluarga,tiba- tiba saja asap mengepul dari arah ruang belajar.......Ibu yang memang panikan dari sananya langsung berteriak kebakaran,dan tergopoh-gopoh segera mengambil air dari dalam kamar mandi.Ternyata api berasal dari dalam lemari meja belajar,segera saja ibu membuka lemari meja belajar tersebut dan menyiramkan air yang telah diambilnya.Mata ibu tertuju ke sudut ruang belajar,ada leo di situ,terduduk dan menundukkan kepalanya,hmmmmm tahulah Ibu siapa biang keroknya.Langsung saja Ibu menjewer telinga leo dan menghukumnya memasukkan ke dalam kamar mandi.Walaupun Leo berteriak-teriak minta dikeluarkan tetap saja Ibu tidak menggubris.Sedangkan aku menangis karena di dalam lemari meja belajar itu ada hadiah-hadiah karena aku berhasil jadi juara kelas.Tas baru,buku tulis dan peralatan menggambar yang rencanaya akan aku pakai nanti di tahun ajaran baru di kelas satu sekolah dasar,tapi sepertinya tidak ada sisa sama sekali.Leo memang nakal sekali dan rasa ingin tahunya dengan api memang besar sekali. (Pikiran Luna terus mengkilas balik masa kecilnya............) Di Halaman belakang rumah dulu,waktu Bapak masih mendapat fasilitas rumah dinas,ada melintas aliran anak sungai kecil,yang kalo hujan airnya sedikit mengalir deras dan ada undakan kecil sehingga air yang jatuh menyerupai air terjun kecil.Di situ Luna dan Leo adiknya sangat senang bermain-main.Saat Ibu sudah yakin mereka sudah tidur siang,biasanya Ibu sedikit menjadi lemah pengawasannya.Luna dan Leo akan mengendap- ngendap keluar dari pintu belakang,apalagi saat itu baru saja selesai hujan deras.Leo dan Luna berlari kegirangan menuruni bukit menuju anak sungai kecil,kemudian berteriak kegirangan dan bergabung dengan beberapa anak-anak tetangga lain yang sudah lebih dulu bermain disitu.Mereka kemudian akan melompat terjun kemudian berpura - pura berenang di air yang sedikit kemerahan karena memang begitulah warna khas tanah kota ini. Rambut Luna yang memang panjang tapi kemerahan karena terlalu sering terkena sinar matahari penuh dengan lumpur dan lengket,tanah lempung biasanya orang daerah situ menyebutnya.Tapi Luna tidak peduli,ia tetap senang melompat-lompat dan berteriak-teriak.Luna bosan harus teratur tidur siang,ia sedang ingin bermain sepuas-puasnya bersama Leo adiknya. "Lunaaaa!!!!Leo!!!!!!", terdengar teriakan khas yang sudah mereka kenal di telinga dan sehari-hari.Astaga!ternyata Ibu sudah ada di atas sambil tangannya mengayun-ayunkan sapu lidi yang kalo di pegang diameternya sebesar genggaman orang dewasa.Seketika Luna dan Leo menjadi pucat,harus ke mana mereka lari bersembunyi,sedangkan Ibu sudah mulai melangkah mendekati mereka siap memberikan hukuman.Malam itu Luna dan Leo terdiam di dalam kamar,mata mereka menatap lurus ke arah buku di meja belajar mereka masing-masing.Mereka harus mengerjakan Pe-Er yang harus dikumpulkan besok.Ibu tidak mengijinkan mereka menonton televisi sore ini,yah itu adalah hukuman buat Luna dan Leo karena tidak tidur siang.

0 komentar:


Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Doocu.Com - Free PDF Upload and Share