Baru beberapa hari ini Luna kembali ke kota B,pikirannya sudah sedikit lebih tenang daripada hari-hari sebelumnya. Hatinya masih berbunga-bunga karena baru saja melepas rindu dengan kekasihnya Mas Ariel,bunga-bunga dihatinya mungkin ribuan jumlahnya,ditambah lagi sudah tambah sedikit pula nafsu makannya.Beratnya sudah naik hampir dua kilogram karena kemarin baru saja ditimbang. Perjalanan berangkat ke kantor kerjanya sekarang lumayan jauh,memakan waktu hampir satu setengah jam,itu sebabnya saat adzan subuh berkumandang, Luna segera bangun dari lelap tidurnya dan segera shalat subuh,kalo si Mbok sudah menyiapkan air panas untuknya biasanya Luna langsung mandi saja agar tidak telat berangkat kerja.
Benar-benar berbeda situasi kerja Luna sekarang,selama perjalanan kanan kiri hanya terbentang pohon-pohon tinggi nan hijau Kalimantan Timur.Lagi-lagi bayangan wajah Mas Ariel terus menghantui.Sepertinya tidak cukup berapa menitpun untuk dihabiskan berbincang-bincang dengan pujaan hatinya itu lewat telepon genggam.Untung saja sekarang tahun 2009,sepertinya jarak bukan masalah karena semua teknologi sudah mendukung.
Sebenarnya ada sedikit rasa kekhawatiran karena menjalin hubungan asmara jarak jauh,ada rasa khawatir akan ditinggalkan begitu saja oleh Mas Ariel bila ada wanita lain yang mungkin lebih menarik hatinya.Sebenarnya Luna yakin bahwa cintanya dan cinta Masnya cukup kuat,hubungan ini sudah dua tahun lamanya terjalin.Antara susah dan senang,berbagi kegembiraan juga hal-hal kecil lainnya termasuk hal intim sekalipun adalah hal-hal yang tidak mudah untuk dihempaskan atau dilupakan begitu saja.Begitu dalam rasa cinta ini hingga Lunapun tak pernah bisa berfikir untuk dapat mengakhirinya.Hanya ada satu keyakinan di hatinya yang paling dalam bahwa segalanya akan berjalan dengan baik dan apapun yang telah direncanakan semuanya akan Luna serahkan hanya kepada Allah yang Maha Kuasa.

0 komentar:
Posting Komentar