Siang itu kepala Luna terasa sedikit berat,berputar-putar rasanya. Mungkin terlalu lama menatap layar komputer pikirnya. Ia memutuskan untuk beranjak sebentar dari kursi di kubikelnya, tempat favoritnya kalo sedang lelah adalah mencari angin di ruang belakang operation room. Matanya akan di lepaskan menatap jauh-jauh lokasi tambang di dumping area, memperhatikan unit - unit dump truck bergerak beriringan seperti layaknya semut - semut pekerja yang bergerak tiada henti mengejar produksi mengangkut over burden.
Angin menghempas rambut sebahunya, sedikit kencang tapi terasa kering dan bercampur debu, yah.....lama - lama Ia sudah terbiasa dengan kondisi ini, bahkan sangat menikmatinya. Sudah beberapa hari ini hujan tidak turun tapi itu bagus, operasional akan berjalan lancar - lancar saja tanpa halangan, kecuali kalo unit memang mengalami break down.
Sesuatu tiba - tiba menarik pandangan matanya, seekor makhluk kecil yang cantik terbang bergerak melintasinya, memutarinya tubuhnya, wow...kupu - kupu! serunya dalam hati, Luna selalu senang dengan salah satu makhluk Tuhan yang indah itu, badannya yg mungil mengepakkan kedua sayapnya yang indah, dengan lincah terbang ke mana saja yang ia mau. Jarang sekali sebenarnya makhluk itu terlihat di area Hutan ini.
Satu hal yang selalu terlintas di benaknya mengenai kupu - kupu adalah proses transformasinya, dari ulat yang awalnya buruk rupa kemudian membungkus dirinya menjadi kepompong dan akhirnya menjelma menjadi seekor kupu -kupu yang cantik. Mungkin sama seperti dirinya, sejak awal ia dilahirkan kemudian merasakan masa kecil tumbuh menjadi remaja lalu menjelma menjadi pribadi yang dewasa, bukan waktu yang singkat untuk mengambil pelajaran hidup, memakan sebanyak - banyaknya ilmu, sama seperti ulat yang sebanyak - banyaknya memakan daun, kemudian menyimpannya, menjadikan semua sebagai referensi dalam hidup, fyuuuuhhhh.....pikirnya,itu tidaklah mudah. Butuh beberapa kesalahan, yang kadang - kadang membuat dirinya terperangkap dalam rasa putus asa. Untung saja ajaran agama sudah ditanamkan sejak kecil oleh ayah dan Ibunya. Luna sadar sepenuhnya, putus asa bukanlah sikap manusia yang terbaik, terburuk malah. Sikap itu bisa mematahkan sinar - sinar semangat dalam diri seseorang, menutup pikiran seorang manusia untuk bangkit dari keterpurukan, whoaaaaa......parah sekali kalo sampai terjadi seperti itu.
Tapi kadang - kadang Tuhan punya rencana yang lebih baik, di luar semua pikiran manusia yang diciptakan olehnya, Transformasi! belajar menciptakan seekor kupu - kupu yang cantik bagi dirinya masing - masing, dari semua pelajaran hidup maupun peristiwa yang datang, walo kadang semua hasil tak sesuai harapan, lagi - lagi kembali "manusia hanya perencana,Tuhan yang menentukan".
Lumayan lama sudah pikiran Luna melayang,tapi ia segera sadar masih banyak pekerjaan di kubikelnya yang ternyaman, buru - buru ia merpikan sedikit rambutnya dan beranjak kembali.
P.S : "Spesial kutulis untuk sahabat-sahabatku,semoga semangat untuk belajar selalu menyertaimu!"
Rabu, 14 Oktober 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
